Al- Harfu

Secara umum jenis kata dalam Bahasa Arab dibagi menjadi tiga kelompok yaitu “isim” ( kata benda ), fi’il ( kata kerja ), dan harfu ( partikel ).

Bagian yang paling mudah dipelajari dalam bahasa arab adalah harfu, kita tinggal menghapalkan saja bentuk dan artinya. Sedangkan untuk jenis kata lainnya cukup kompleks karena adanya perubahan bentuk ( puluhan perubahan om..!! ) yang dianut oleh tata bahasa arab.

Harfu sendiri bisa dibagi-bagi lagi, pada bagian ini kita akan mengenali bentuk2x harfu yang sering dipakai dan beberapa sifat kuncinya yang akan memudahkan kita untuk menebak pembacaan dalam al-Quran ataupun bahasa Arab secara global.

di paling atas harfu dibagi menjadi dua jenis yaitu sbb:

1. Harfu mabany ( atau huruf hijaiyah)

Pasti sudah pada tau lah ya, kelompok ini merupakan huruf2x dasar yang digunakan untuk menyusun kata (\ ب ت ), karena penyusun kata maka kelompok ini tidak punya arti .. Tapi jangan salah, harfu mabany ini pun ternyata terbagi jadi dua jenis yaitu sbb:

A. Harfu ‘illah

Merupakan huruf hijaiyah yang tidak berharokat, terdiri dari 3 huruf yaitu \ و ي . Pengertian tak berharokat ini sy jg masih bingung ^^, tapi tebakan saya sih untuk 3 huruf tsb pembacaannya fix, kalau tidak jadi “a, u, i” pasti jadi “alif, wa, dan ya”.. Ga mungkin kan jadi wi atau yu dengan penambahan harokat dhomah atau kasroh???

B. Harfu shohih

Seluruh huruf hijaiyah kecuali 3 huruf diatas.. dan tentu saja berharokat, dimana masing-masing bisa punya bentuk “a, i, u”.

2. Harfu Ma’any

Merupakan partikel dari bahasa arab yg memiliki makna. Kelompok harfu ini yang akan kita pelajari secara mendalam.. Dalam bahasa arab banyak harfu ma’any yang memiliki beberapa arti berbeda tergantung konteksnya, mungkin klo di bahasa indonesia seperti “tahu” bisa diartiin know atau jenis makanan dari kedelai.. Jenis ini bisa dibagi menjadi 3 bagian yaitu sbb:

A. Harfu Jar..

Untuk kelompok ada aturan penting yg harus diingat: “Kata setelah harfu jar secara umum akan berharokat akhir kasroh”. Pernah dengar filardhi??, atau “billahi”??.. selamat, anda menemukan harfu jar ^^. Selalu ingat aturan diatas karena sangat2x membantu saat kita menebak akhiran suatu kalimat. Berikut ini saya list harfu jar yang saya ketahui berikut maknanya..

harfujar

Lihat pada contoh diatas, hampir semua kalimat yg diawali harfu jar akan diakhiri oleh kasroh.. Kecuali untuk kata2x yang memang tidak bisa berubah seperti kum ( kata ganti )..

B. Harfu tsubhat jar

Secara makna merupakan harfu yg menyerupai jar, sama yaitu mengkasrohkan kata setelahnya. Saya masih kurang paham juga kenapa dibedakan:-/.. Tapi ya terima saja dulu😀 Berikut ini saya list harfu tsubhat jar yang saya ketahui berikut maknanya..

harfutsubhatjar

C. Harfu athof

Merupakan harfu yang digunakan untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lainnya. Berikut ini saya list harfu athof yang saya ketahui berikut maknanya..

harfuathof

D. Harfu laen2x..

Ini harfu yg saya ga tau masuk ke kategori mana^^’.. nanti akan saya updet klo udah tau kategorinya.. Berikut ini saya list harfu laen2x yang saya ketahui berikut maknanya..

harfulaen

*Cape.. to be continued^^’

4 Responses to Al- Harfu

  1. ulimhd says:

    Ric, yg Harfu ‘Ilah itu, maksudnya ke-3 huruf itu kayaknya berfungsi sebagai “pembuat panjang” (argh, lupa istilah arabnya). Kayak misalnya huruf “alif”, kalau sebelumnya didahului huruf dengan harokat “a”, jadinya “a”nya dibaca panjang.

    klo huruf “waw” didahului dengan huruf “u”, jadinya “u” dibaca panjang. yang “ya” didahului dengan “i”, “i”nya dibaca panjang.

    nah, ke-3 huruf ini ga perlu ditulis lg harokatnya kalau fungsinya seperti itu.

    huruf “waw” dan “ya” pun bisa dibaca “wi” atau “yu”, contohnya “yuwaswisu”, liat di surat An-Naas.

    gimana, tambah bingung kan? Hehehe…

  2. ulimhd says:

    nambahin ah…

    huruf “alif” emang pada dasarnya ga berharokat. Nah, yang sering kita lihat ada huruf “alif” yang pake harokat, itu sebenernya huruf “hamzah”. huruf “hamzah” ini penulisannya bisa ditumpangin di huruf “alif” atau “ya” atau “waw”, tergantung kondisi (lupa kondisinya apa aja😛 ), cuma seringnya klo ditumpangin di huruf “alif”, “hamzah”nya ga ditulis lagi.

    CMIIW ya. Hehehe…

    hoho mantap pak ulil.. tengkyu2x, ntar awa tambahi deh ralatnya ^^, ntar bagi2x ilmu lagi ya..

  3. Ummu Farras says:

    harfu illah yang pernah saya pelajari (kalo ga salah), bisa memberi sifat mudzakkar atau muannats, contoh kata ‘salma’ diujungnya pake huruf ilat ‘ya’ yg menunjukkan nama tsb nama perempuan..
    Jadi kangen masa kuliah di Ma’had Al Imarat dulu… was wes wos pake lughotul ‘arabiyyah ..

  4. Wavex says:

    untuk yg “Harfu tsubhat jar”, tampaknya dipisah karena lebih mempunyai makna ke “kata keterangan”, baik keterangan tempat maupun waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: