Setelah tertunda sekian lama akhirnya bisa saya rilis juga tulisan ini…
Bagi pecinta sate kambing seperti saya, pasti suatu keharusan untuk mendapatkan sate kambing yang mantap menurut selera.. selama beberapa bulan ini saya mulai mencoba menilai sate kambing sekitar bandung dan sampai saat ini saya mendapatkan 4 tempat yang bisa saya rekomendasikan untuk para pembaca.. Masing-masing tempat ini memiliki ciri khas masing-masing yang mungkin memiliki segmen penggemar tersendiri.
Sate Pak Gino
Mungkin warung sate ini sudah cukup terkenal di kota bandung, kemungkinan karena letaknya yang relatif terlihat yaitu di pinggir Jl.Sunda.. warung sate ini persis terletak di sebelah rel kereta api yang melintasi jl.sunda dan berada di sebelah kanan jalan, parkirnya agak sempit sehingga cukup menyulitkan jika menggunakan mobil..
Di warung sate pak gino ini, sate disajikan menggunakan hot plate.. anda pun akan diberikan sepiring kecap manis dan bumbu kacang.. daging sate disini termasuk dalam level empuk menurut saya dengan ukuran daging sedang.. sayang hot platenya tidak dilapisi dengan lemak kambing terlebih dahulu sehingga daging sering lengket di hot platenya
Warung sate pak harris
Warung sate ini terletak di simpang lima yang menghubungkan antara jl.sunda, asia-afrika, gatsu, dan ahmad-yani.. persisnya berada di belakang pos polisi di mulut jalan asia-afrika sehingga agak tertutup, anda bisa mengambil arah ke asia-afrika, kemudian langsung ambil sisi kanan.. disini parkir cukup mudah karena posisinya agak tertutup dan area parkir cukup luas..
Di warung sate pak harris ini, sate disajikan pula menggunakan hot plate.. yang berbeda adalah bumbunya, disini anda akan diberikan sepiring kecap asin dan bumbu kacang.. hot platenya pun dilapisi dengan potongan lemak kambing terlebih dahulu sehingga daging tidak lengket dan jika masih kelaparan potongan lemak itupun bisa anda santap hehe..
disini ukuran sate menurut saya lebih besar daripada pak gino, namun derajat keempukannya lebih rendah dibandingkan pak gino, masih cukup terasa serat dagingnya..
Warung sate pak hadori
Nah, warung sate ini juga tampaknya sudah terkenal di kota bandung, konon ketua dpr kita sekarang pak agung laksono juga penggemarnya dan katanya lagi dari blog2x lain perwira-perwira abri yang mengikuti pelatihan di bandung hukumnya wajib untuk mampir kesini sebelum pulang kedaerah masing-masing hehe..
Warung sate ini terletak di sekitar pintu stasiun lama kota bandung.. kalau dari arah bawah(asia afrika) anda kemudikan sampai ke stasiun lama sampai anda melihat monumen kereta api, kemudian anda masuk ke tempat parkir yang ada di sebelah kiri.. letak hadori ini ada di antara stasiun kereta dengan stasiun angkot yang berada di sebelahnya.. Seperti tempat terkenal lainnya, disebelah hadori yang asli pun bermunculan warung sate lain.. jadi jangan sampai anda salah masuk
Di warung sate hadori ini, sate disajikan secara sederhana memakai piring biasa saja tanpa hot plate, aliran bumbunya mirip seperti warung sate pak harris yaitu menggunakan kecap asin dan bumbu kacang.. Yang spesial adalah nasinya yang langsung diberikan satu bakul walaupun anda hanya makan sendiri sehingga dijamin kenyang tanpa ada biaya tambahan untuk nasi
disini ukuran satenya pun cukup besar dan dagingnya empuk..
Warung sate tegal kambing muda marem
Nah, ini yang menurut saya dari segi rasa paling juara dibandingkan sate lainnya dan saya baru merasakannya kemarin.. warung sate ini berada di jl.setia budi dan sepertinya masih baru karena saya juga baru melihatnya beberapa bulan ini
Apabila dari arah lembang posisi warung sate ini ada di sebelah kiri jalan dan berada di sekitar pertigaan apartemen setiabudi..
Terus terang saja menurut saya aliran sate yang paling nikmat memang sate tegal dan walaupun saya beberapa kali menemukan warung sate yang mengaku-ngaku sate tegal di bandung tapi saya belum menemukan yang benar-benar cita rasa tegal.. Saya sendiri memang keturunan tegal dari pihak ayah jadi sewaktu mudik lebaran sudah sering mencicipi sate tegal yang asli..
Secara umum ada 3 ciri utama sate tegal,
ciri yang pertama adalah sate tegal dagingnya selalu dibakar tanpa bumbu, jadi ditusuk langsung naik ke perapian tanpa ada embel-embel dikasih bumbu kecap/kacang seperti yang sering anda saksikan kalau memesan sate madura di pinggir jalan misalnya.. dengan metode ini daging hasil bakaran akan terlihat putih dan tidak gosong..
ciri yang kedua adalah tentu saja, memakai daging kambing muda.. bagi anda yang pernah merasakan pasti tidak akan pernah melupakan tekstur daging kambing muda, anda tidak akan merasakan serat-serat dagingnya, sangat empuk dan berair… yang istimewa lagi lemak dari sate kambing muda ini tidak mudah beku/jendel(basa jawanya).. di warung sate marem ini seperti hadori memang tidak disajikan dalam hot plate, tapi walaupun sate sudah mendingin karena keasikan makan sambil mengobrol lemaknya tetap kenyal sehingga tetap nikmat..
ciri yang ketiga adalah sate tegal hanya disajikan oleh kecap manis saja tanpa bumbu kacang karena memang namanya makanan sudah enak tidak perlu tambahan aneh2x pasti tetap enak
..
Kalau dari segi ukuran memang tidak sebesar warung sate lainnya yang saya tulis disini, tapi dari segi rasa warung ini pemenangnya, saya sarankan anda mencoba ketika anda berlibur ke lembang
Teh poci dengan gula batu
Bagaimana harga sate-sate ini??? ini cukup menarik juga, entah para warung sate ini janjian atau bagaimana, tapi harganya hampir sama semua yaitu Rp22.000/ 10 tusuk.. cukup murah untuk rasa daging kambing empuk yang nikmat




November 2, 2008 at 3:57 pm
wedew, komplit skale wisata satenya ric..
tapi belom satu pun yg pernah saya coba..
November 4, 2008 at 9:12 am
Duuuuuuuuuuuuuh, jadi pengeeeen!
November 7, 2008 at 3:41 am
Kapan nih Eric traktir sate kambing?
December 8, 2008 at 4:28 am
KACHUUU! gw nulis ini pas lagi IDUL ADHA. Aaahhh.. gw pengen banget nyate -dasar kalian menularkan semangat nyate ke gw-!
Kita kuliner lagi yuukk… mas harry? mas lutfi?
January 5, 2009 at 9:11 am
kalo kata saya si masih pagino yang juara di banding marem
tongsengnya juga manyus
February 20, 2009 at 2:02 pm
Eric kok makan mulu ya?
inget Eric inget makanan
March 1, 2009 at 2:27 pm
[...] jadi doyan sate sajaa… Sate2 yang katanya enak di bandung udah gw jajal, hoho.. Sejauh ini sih sate yang recommended ada di sini. (Btw lo uda pernah nyoba maranggi blm [...]
March 23, 2009 at 7:21 am
padahal sate sugema lebih enak lho..
April 21, 2009 at 9:52 am
beuh!! nyate..
August 5, 2009 at 4:28 pm
Waaah kalo gw rasa semua yg paling enak ya sate sugema lah
September 15, 2009 at 6:28 am
saya ada rekomendasi : warung sate banyumas yg terletak di simpang Dago, tempatnya sudah terkenal sejak ayah saya kuliah di ITB pada tahun 1960-an…ciri khas potongan Sate nya besar-besar dan gurih.
Sate Kambing Pak Kumis 99 di jalan bypas soekarno hatta dekat perapatan Buah Batu…Satenya enak dan juga sopnya gurih sekali.
October 20, 2009 at 9:13 am
Hmm..yummy…. Klo aku pribadi sih paling suka sama Sate Pak Harris yg di simpang lima, empuk n bumbu cocolannya paling enak dan berasa. Tapi klo soal empuk ga ada yg ngalahin Sate Kambing Chudori di Stasiun (cuma menurut aku rasanya hambar n bumbu kacangnya kurang mantep). Btw, sekali aku pernah nyoba sate maranggi (kambing) di Bumi Joglo. ternyata enak abis!
November 6, 2009 at 4:39 am
very nice inpo gan!
must try