Berapa nilai intrinsik uang logam kita??

Uang logam koleksi saya

Uang logam koleksi saya

Beberapa waktu ini saya cukup penasaran untuk mencari tahu berapa sih kira-kira nilai intrinsik dari uang logam negara kita.. Memang dari dulu saya hobi celengin uang logam, habis dapat kembalian naik angkot atau parkir motor biasanya langsung saja masuk celengan.. Entah menurut saya rasanya lebih mantap megang logam dibandingkan uang kertas, terasa beratnya soalnya di tangan hehe.

Kemarin-kemarin sempat iseng menghitung-hitung koleksi uang logam saya, yang paling banyak pecahan Rp500,yang berbahan kuningan mencapai Rp171.000 dan aluminium Rp44.000. Sedangkan yang terbanyak kedua adalah pecahan Rp100 berbahan kuningan yang berjumlah Rp38.600. Untuk yang Rp100 berbahan nikel bergambar wayang sebenarnya banyak juga ada satu celengan sendiri tapi saya belum sempat menghitungnya.

Pecahan lainnya juga sebenarnya saya memiliki hingga yang paling tua mungkin uang Rp5 dan Rp10 emisi 1974 dan 1979 (jadi ingat beli permen pas jaman saya masih kecil tahun 80an masih pakai uang ini) , namun jumlahnya tidak terhitung banyak. Karena tidak ada niatan khusus untuk mengkoleksi jadi kondisinya dan jumlahnya pun sedapatnya saja.

Untuk mengetahui bahan pembuat uang logam di negara kita ternyata cukup sulit, baru kemarin saya menemukan di blog http://www.uang-kuno.com/2008/08/uang-logam-indonesia.html yang menjelaskan bahan uang logam di negara kita.

Seperti yang dapat dibaca disana, 3 uang logam terakhir kita bahannya terdiri dari nikel, kemudian kuningan dan yang terakhir adalah aluminium, saya masih belum tahu bahan pembuat uang logam pecahan Rp5 dan Rp10, dahulu sih biasanya uang ini disebut uang perak, 5 perak dan 10 perak, tapi apakah bahan pembuatnya adalah memang perak saya masih belum tahu.

Nah, sekarang bagaimana untuk perhitungan nilai intrinsiknya. Karena saya cukup malas untuk riset jadi saya hanya menghitung nilai intrinsik beberapa sampel saja sekedar menjawab kepenasaran saya .

Yang pertama untuk uang logam aluminium yang terbaru, dari pencarian saya menemukan blog http://priyadi.net/archives/2007/04/27/nilai-mata-uang-logam/ yang sudah cukup jelas membahasnya, namun saya ingin mencoba menghitung dengan harga aluminium yang baru saat ini.

Dari website London Metal Exchange http://www.lme.co.uk/aluminium.asp kita bisa mendapatkan harga aluminium terbaru yang saat ini adalah $2271,5/ton. Dengan mengasumsikan kurs dolar adalah Rp9500 didapatkan nilai pergramnya adalah sekitar Rp21,58/gr. Berdasarkan blog priyadi.net diatas uang logam Rp100 memiliki massa 1,79 gr sehingga Rp100 berbahan aluminium saat ini memiliki nilai intrinsik sebesar Rp38,62.

Untuk uang logam berbahan kuningan sayangnya saya kesulitan untuk menemukan massanya sehingga terpaksa saya harus menggunakan perhitungan sendiri.

Yang pertama adalah menghitung volume Rp100 kuningan tersebut, berdasarkan pengukuran memakai penggaris dia memiliki diameter sebesar 2,2cm dan tebal 1mm sehingga total memiliki volume:

1,1cmx1,1cmx3,14×0.1cm = 0.38 cm3.

Kemudian langkah selanjutnya adalah melihat massa jenisnya. Kuningan merupakan logam campuran antara tembaga dan seng, berdasarkan wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Kuningan_(logam) biasanya tembaga berkisar 60% dan seng 40%. Dari wikipedia indonesia http://id.wikipedia.org/ Tembaga memiliki massa jenis 8,92gr/cm3 dan seng 7,14gr/cm3.

Dari variabel diatas akan didapatkan massa Rp100 kuningan adalah:

tembaga = 60%x0.38cm3×8,92gr/cm3 = 2.03gr

seng = 40%x0.38cm3×7.14gr/cm3 = 1.08gr

Berdasarkan harga London Metal Exchange tembaga memiliki harga $5504/ton dan seng $1507.5/ton, dari sini didapatkan nilai intrinsik Rp100 kuningan adalah:

Tembaga = $5504/tonxRp9500/$x2.03gr/1.000.000 = Rp 106,1

Seng = $1507,5/tonxRp9500/$x1,08gr/1.000.000 = Rp 15,47

Total = Rp121,57 !!!

Wah, lumayan juga ternyata saat ini nilai intrinsik uang logam kuningan Rp100 adalah 121,57 rupiah atau sudah lebih dari 1,2 kali lipat nilai ekstrinsik yang tertera :D .

Bagaimana untuk pecahan Rp500 kuningan?. Tampaknya untuk Rp500 tidak terlalu menggembirakan, berdasarkan pengukuran Rp500 memiliki diameter 2,4 cm dan tebalnya hampir sama, mungkin hanya selisih 0.2mm. Dengan asumsi memiliki tebal yang sama Rp500 memiliki volume:

1,2cmx1,2cmx3,14×0.1cm = 0.4522cm3 atau hanya 1.2x volume Rp100 sehingga nilai intrinsiknya hanya Rp 145.88 saja.

Kemudian yang terakhir adalah uang logam berbahan nikel. Untuk pecahan Rp100 berbahan nikel, ada dua jenis yaitu yang tebal emisi tahun 1973 dan yang tipis emisi tahun 1978. Berdasarkan pengukuran untuk yang tipis memiliki ketebalan sekitar 1mm dan yang tebal sekitar 2mm. Keduanya memiliki diameter 2,8cm. Disini kita akan menghitung yang tipis saja, didapatkan volumenya adalah:

1,4cmx1,4cmx3,14×0.1cm = 0.615cm3.

Untuk harga nikel saat ini adalah $13.405/ton dan massa jenis nikel adalah 8.91gr/cm3, didapatkan nilai intrinsik:

13.405$/tonxRp9500/$x8.91gr/cm3×0.615cm3/1.000.000 = Rp 697.8!!!

Saya terkejut juga setelah menghitung harga ini, berarti nilai intrinsiknya sudah hampir 7x lipat dari nilai ekstrinsiknya, apalagi ini masih yang versi tipisnya, untuk versi tebalnya tinggal dikalikan 2 saja.

Tapi ada satu yang menarik, setiap terbit uang logam yang baru pasti bahan pembuatnya menjadi lebih murah dibandingkan emisi sebelumnya. Artinya tentu saja jelas, sebenarnya nilai uang kita selalu turun dari tahun ketahun.. dan makanya setiap beberapa tahun akan ada penarikan uang logam emisi lama soalnya bisa terjadi nilai intrinsiknya lebih besar dari nilai ekstrinsiknya :D .

7 Responses to “Berapa nilai intrinsik uang logam kita??”

  1. Halida Says:

    busett rajin bener kamu ngitunginnya ric??

    -Siti ‘el02

    hihi, maklum ti masih pengangguran

  2. edratna Says:

    Dulu, saat awal mau berangkat ke Bogor, sama ibu dibekali uang benggol…”Untuk kerokan, nduk,” kata beliau.
    Padahal selama di kampung saya belum pernah kerokan, karena ibu pintar memijit. Sesampai di Bogor, uang benggol tadi memang berguna, terutama jika saya diserang masuk angin, dan teman sekamar bisanya ngeroki….lha iya, mosok mau minta tolong dipijitin teman. Uang benggol tadi setia menemani hari-hariku di Bogor, sampai lulus…dan makin menipis karena keseringan dipake…Setelah menikah, kalau kerokan masih menggunakan yuang benggol tadi….tapi akhirnya uang tsb harus dipensiunkan.

    Ternyata mencari uang logam pengganti uang benggol untuk kerokan tidak mudah, karena setiap uang logam ada geriginya, sehingga sakit buat kerokan…sampai menemukan alat kerokan, yang bertangkai, di Yonas.

    Wah bu, dikirain mau komentar dari sisi ekonomi :P … Kalau dulu sering liat orang kerokan sih pake uang Rp100 yang tebel itu bu, terbitan 1973 yang disampingnya ga bergerigi tapi ada tulisan Bank Indonesianya.. ukurannya juga besar jadi enak buat dipegang, kalau saya ga pernah dikerok, biasanya pake minyak lawang aja klo masuk angin

  3. Jackstar Harry Says:

    Aku paling suka sama analisa di paragraf terakhir! Hohoho…

  4. fakri Says:

    pak sy punya uang voc th 1790 2 buah,nederland eindi 1 bh,george v king 1 bh mo tak jual…

  5. dev Says:

    jadi, sebaik nya, klo ada uang logam khusus na yg kuningan bukan yg alminium, sebaik nnya di apain..??

    kebetulan , saya ada banyak

  6. Nilai Intrinsik « It’s Atta-Secangkir Teh Imajiner Says:

    [...] Kalo anda ingin tau berapa sih harga 1 keping uang logam kalo dilebur, silakan coba uthak-athik. Lihat di http://ericagustian.wordpress.com/2008/10/10/ [...]

  7. luxeanus Says:

    Untuk yang punya koleksi uang Rp. 5,- mohon no telp. yang dapat dihubungi karena saat ini saya perlu untuk suatu keperluan

    thnks
    Alex

Leave a Reply